Informasi terbaru jalur pendakian gunung sindoro via kledung

Informasi terbaru jalur pendakian gunung sindoro via kledung –Pada tanggal 16 november 2018 yang lalu saya dan teman saya memutuskan untuk mendaki gunung sindoro via kledung, sebenarnya rencana awal tidak akan ke sindoro, melainkan ke gunung andong. Tetapi, karena ternyata hari senin nggak ada kuliah arah tujuan pun berpindah ke sindoro.

Baca juga : Daftar Pertanyaan Interview Kerja Beserta Jawabannya

Saya sempat tidak yakin dengan pilihan itu, karena saya sendiri belum pernah naik gunung juga ketika saya meminta ijin ke orang tua mereka tampak segan untuk menolaknya. Tahu betul ibu, bapak dirumah pasti berdoa seharian,  akhirnya saya berdoa pada Allah swt untuk diberi keselamatan pulang dan pergi. Saya tidak mau meninggal dalam keadaan membuat orang lain merasa bersalah atas aktivitas pendakian saya.

Mungkin terlihat lebay, tapi entahlah saya tidak bisa tidur dengan tenang semalam sebelum mendaki. Akhirnya saya cari-cari info di youtube tentang pendakian ke gunung sindoro. Bukannya tambah yakin, saya malah semakin takut bahwa ternyata gunung sindoro masih aktiv. Pikiran pun makin tidak karuan, terakhir saya memutuskan untuk pasrah saja kepada Allah swt.

Semua perlengkapan sudah saya bawa, lengkap dengan tas carrier 50 liter. Berangkatlah saya dan teman saya pada pukul 18.00 setelah sholat maghrib. Dalam perjalanan jogja menuju temanggung (kledung) membutuhkan waktu sekitar 2jam 30menit. Sesampainya disana saya dan teman-teman memutuskan untuk bermalam di basecamp, dan berangkat pada pagi harinya.

#Dari Basecamp-Pos 1

Photo Basecamp sindoro saya ambil dari google
Sebenarnya untuk gunung sindoro sendiri disediakan jasa ojek dari basecamp ke pos 1,5 tetapi demi untuk menghemat budget, saya lebih memilih untuk jalan manual. Perjalanan dimulai dari pukul 8 pagi, jarak antara basecamp dan post 1 terasa amat jauh. Sampai-sampai dalam pikiran saya, baru mau ke post 1 aja capek apalagi nanti diatas, heuh..

Sempat mengeluh karena perjalanan begitu jauh, tetapi tidak lama kemudian terlihat tanjakan menukik tajam di depan, sempat bertanya dengan penduduk sekitar apakah post 1 masih jauh dan ternyata jawabannya tidak. Ya, setelah tanjakan menukik itu disitulah post 1 berada. Kami disitu sempat berisitrahat hanya untuk sekedar minum dan meluruskan kaki selama sepuluh menit, lalu melanjutkan perjalanan kembali.

#Perjalanan Pos 1-Pos 2

Setelah beristirahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Jalan dari pos 1 menuju pos 2 masih terbilang mudah, dengan tanjakan yang masih dibilang wajar serta terdapat bebatuan kering yang sedikit licin. Kalian harus berhati-hati karena dalam perjalanan pos 1 menuju pos 1,5 masih terdapat mamang ojek yang ngebut dari dua arah.

Sebelum mencapai pos 2 ternyata terdapat pos 1,5.Pada pos ini para penumpang ojek diturunkan disini, bagi kalian yang membawa bekal minuman sedikit, saya sarankan untuk membeli bekal minuman tambahan disini, kenapa? Karena gunung sumbing merupakan gunung yang terbilang kering, tidak ada sumber mata air selama jalur pendakian. Kalaupun ada itu adalah orang berjualan seperti di pos 3 yaitu mbah kuat.

Perjalanan dari pos 1 menuju ke pos 2 memakan waktu sekira 1jam lebih perjalanan kami pun duduk bersama sekitar 10 menit sambil meminum air mineral, ketika sudah cukup untuk mengambil nafas sejenak, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali.

#Perjalanan dari Pos 2 – Pos 3

Perjalanan dari pos 2 menuju ke pos 3 langsung disuguhi dengan tanjakan-tanjakan curam yang sangat banyak, dari sini saya sering sekali kewalahan dan saya baru saja sadar bahwa saya salah menggunakan sepatu.

Yang seharusnya menggunakan sepatu gunung saya justru malah menggunakan sepatu running. Alhasil beberapa kali saya terpeleset teman saya berhasil membackup saya dibelakang. Saat mencapai monumen batu langka kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari mengambil nafas panjang.

Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 memakan waktu kurang lebih hingga 2-3 jam. Dalam perjalanan kami hanya bisa break untuk sekitar 10 detik saja, karena kata teman saya jika terlalu lama break justru akan membuat kita malas melanjutkan perjalanan, iya juga sih.

#Pos 3 menuju ke Sunrise Camp


photo saya ketika di pos 4
Sesampainya di pos 3, saya melihat sudah ada beberapa tenda yang telah didirikan, tetapi kami memutuskan untuk mendirikan tenda di sunrise camp. Pada pos 3 beberapa dari kami membeli minuman di warung mbah kuat.

Setelah duduk-duduk sebentar beberapa dari kami telah ada yang sampai di sunrise camp dan mendirikan tenda, dari kejauhan pun mereka menyuruh saya untuk segera menyusul. Saya ingat betul, karena beban tas yang terlalu berat salah satu dari teman saya meminta bantuan saya untuk membawakan 3 botol aqua 1,5 liter.

Perjalanan dari pos 3 menuju sunrise camp hanya memakan waktu sekitar 10 menit, beberapa kali saya terpeleset dan jatuh, ketika saya melihat kebelakang saya melihat jurang di seberang, hati saya pun berdetuk kencang, beruntung teman saya dari belakang membantu membackup tubuh saya, disertai pendaki lain yang mengulurkan sebilah kayu pada saya.

#Sunrise Camp hingga Pos 4


Setelah sampai di sunrise camp, saya serasa pengin berteriak betapa bodohnya saya naik gunung menggunakan sepatu running. Di dalam camp saya berdoa semoga esok hari saya bisa kembali pulang dengan selamat, mengingat pada perjalanan menuju sunrise camp saya sempat beberapa kali terperleset dan bisa fatal akibatnya jika tidak ada orang yang membantu.

Akhirnya jam 4 pagi kami memutuskan untuk mendaki menuju ke pos 4, memakan waktu 2 jam perjalanan hingga akhirnya kami bisa berfoto-foto di pos 4. Karena saya mendaki pada waktu weekend jadi saat dalam perjalanan menuju pos 4 kami harus bergantian menaiki tumpukan batu yang begitu curam. Alhamdulillah jam 6 pagi saya dan teman-teman sampai di pos 4.

Kami pun memutuskan untuk berfoto-foto di pos 4 ini sambil sesekali meminum air kopi untuk memulihkan tenaga, karena semakin lama angin bertiup kencang, akhirnya pada pukul 7 pagi kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju summit.

#Dari Pos 4 hingga Puncak Sindoro



Setelah memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak, kami pun akhirnya berjalan santai dengan sesekali harus merangkak karena curamnya jalan yang mengharuskan kami untuk bekerja ekstra hingga menuju puncak. Areal rerumputan pun mulai berganti denga  pohon-pohon yang telah mati.

Setelah area hutan mati telah terlewati kini jalan mulai berganti dengan bebatuan dan pasir, dan saat itu kabut tebal menutupi jarak pandang di depan saya, hingga akhirnya saya pun tidak bisa melihat apakah puncak masih jauh atau tidak. Setelah melewati 1 jam lebih perjalanan akhirnya saya pun sampai di puncak. Disana kami berfoto-foto sambil menikmati suasana puncak.

0 Response to "Informasi terbaru jalur pendakian gunung sindoro via kledung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel