Cara Sholat Dhuha dan Keutamaan dari Sholat Dhuha

Doa sholat dhuha dan cara melakukan sholat sunnah dhuha. Mungkin kalian sudah tidak asing dengan sholat sunnah yang satu ini, sholat dhuha seringkali di ajarkan disekolah-sekolah sebagai bahan penilaian praktek PAI. Tentu juga selain itu, sholat dhuha ini seringkali digunakan oleh orang-orang untuk dimudahkan menjemput rizkinya.

Mengingat pentingnya sholat dhuha ini, akan sangat rugi jika seseorang tidak bisa melaksanakan sholat dhuha. Karena banyak keutamaan yang didapatkan dari ibadah ini maka sangatlah lazim jika kita harus mempelajarinya betul-betul tata cara melaksanakan sholah dhuha.


Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara melaksanakan sholat dhuha, beserta juga kumpulan doa-doa sholat dhuha. Saya harap artikel cara sholat dhuha ini dapat bermanfaat bagi kalian dan dapat membantu teman-teman dalam melaksanakan sholat dhuha.

Tetapi sebelum itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja keutamaan dari sholat dhuha ini. Untuk itu, kalian bisa menyimak keutamaan sholat dhuha pada pembahasan secara lengkap dibawah ini.

#Keutamaan Melaksanakan Sholat Dhuha

1. Merupakan Pesan Rasulullah. “ Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, " Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721)

2. Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga. Mereka yang rajin mengerjakan sholat dhuha maka akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini sesuai dengan isi hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)

3. Berpahala Seperti Orang Pergi Haji dan Umroh. Keutamaan shalat dhuha yang sebelumnya telah didahului shalat subuh berjamaah dan dzikir hingga terbit Matahari adalah seperti mendapat pahala seperti orang pergi haji dan umroh.

Diriwayatkan Anas bin Malik ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: " Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586)

4. Termasuk Shalat Awwabin. Diantara keutamaan shalat dhuha yang lain adalah termasuk dalam shalat awwabin, yaitu sholatnya orang-orang yang taat. Rutin mengerjakan shalat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat. Abu Hurairah ra meriwayatkan hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Tidaklah seseorang menjaga shalat sunnah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Sholat dhuha ini adalah shalat awwabin." (HR. Ibnu Khuzaimah)

5. Dicukupkan Rezeki. Dalam hadits qudsi, Allah akan mencukupkan rezeki hamba-hamba-Nya yang mengerjakan sholat dhuha secara rutin. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “ Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

Sungguh luar biasa keutamaan sholat dhuha jika dilakukan secara rutin. Ini semua menunjukkan bahwa sholat dhuha sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

#Niat Sholat Dhuha

Dalam menjalankan ibadah sholat tentunya diperlukan niat terlebih dahulu sebelum melaksanakannya, namun Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW. Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha sebagai berikut:
Usholli Sunnatadh Dhuhaa Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an lillaahi Ta’aalaa (Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala)

#Tata Cara Sholat Dhuha, Beserta Doanya

Secara ringkas, berikut tata cara shalat dhuha:
  • Niat
  • Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa membaca surat Asy Syamsu atau surat lainnya
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam
Itulah tata cara shalat dhuha. Setiap dua rakaat salam, jika ingin menambah sholat dhuha lagi maka diulang sampai bilangan rakaat delapan atau yang dikehendaki. Setelah shalat dhuha dianjurkan berdoa.

#Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah selesai melaksanakan sholat dhuha, duduklah dengan khusyu dan konsentrasi. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan memperbanyak doa dan berdzikir seperti beristigfar, bershalawat, tasbih dan tahmid. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan  membaca doa sholat dhuha yang paling populer berikut ini.

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Yang memiliki arti kurang lebih seperti ini :

 “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

Sebenarnya doa ini sendiri bukanlah berasal dari hadits Nabi. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin. Perlu di ingat, doa setelah shalat dhuha sendiri tidak dibatasi. Kita boleh berdoa apa saja sesuai dengan keinginan kita, tentunya bukan doa yang berisi tentang keburukan.

0 Response to "Cara Sholat Dhuha dan Keutamaan dari Sholat Dhuha"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel