Pengalaman mengikuti tes sekolah kedinasan 100% legit

Pengalaman mengikuti tes sekolah kedinasan 100% legit. Di bulan mei 2018 yang lalu saya telah resmi lulus dari bangku SMA, saat itu yang terpikirkan oleh saya hanyalah mengikuti pendaftaran sekolah kedinasan saja. Tidak terbayang dari saya untuk memasuki bangku kuliah di PTN ataupun PTS. Karena bagi saya, buat apa kuliah lama-lama kalau nanti masih cari kerja, itulah yang saya pikirkan saat itu.

Tetapi, saya pun juga masih mengikuti tes SBMPTN 2018. Bagi saya waktu itu, keterima syukur nggak keterima juga nggak apa-apa, terlebih tujuan utama saya adalah diterima di sekolah kedinasan ataupu ikatan dinas seperti STAN. Namanya juga anak muda, dengan segala sikap optimisme dan idealis, seolah mengikuti tes kedinasan hal yang mudah layaknya mengikuti ujian akhir semester.

Baca juga : Cara Agar Bisa Tidur Cepat di Malam Hari

Sebulan sebelum tes dimulai, saya pun mulai belajar giat. Yah walaupun saya hanya belajar sedikit-sedikit, sehari paling saya mengikuti dua kali tryout online selebihnya saya latihan soal sendiri di buku kumpulan soal STAN yang saya beli. Dari hasil tryout yang saya lakukan, dapat dengan jelas bahwa kekurangan terbesar saya ada pada bagian soal kuantitatif.

Hingga sayapun mulai stres dibuatnya, pada akhirnya saya hanya terfokus pada belajar soal kuantitatif saja pada satu bulan sebelum dimulainya tes. Pada hari-hari terakhir sebelum saya berangkat ke jogja saya sempat diberikan beberapa cara cepat untuk menyelesaikan soal kuantitatif oleh teman saya, naif-nya dia memberikan latihan soal tersebut setelah dirinya dipastika lolos dari tes CAT karena perolehan poin yang dia dapat terbilang tinggi.

Tanpa basa-basi saya gunakan hari-hari itu untuk mempelajari rumus cepat tersebut, hasilnya dari tryout online yang saya lakukan, saya mendapat hasil yang terbilang cukup memuaskan. Tanggal 30 juni 2018 saya berangkat ke jogja untuk mengikuti serangkaian tes SKD, TPA dan TBI. Kebetulan saya mendapat jadwal tes pertama di pagi hari, pada pukul 6.30 wib saya pun berangkan menuju GKN (Gedung Keuangan Negara). Untuk penjelasan teknisnya akan saya rangkum dibawah ini.

#Pengalaman mengikuti Tes CAT untuk masuk PKN STAN 2018 

A] Bagian Pertama : Penitipan Tas. Setelah saya sampai di gedung GKN, ternyata sudah banyak peserta yang sampai lebih cepat dari saya. Tidak lama menunggu, kami semua seluruh peserta ujian diarahkan masuk ke ruang penitipan tas, di situ semua tas yang kami bawa harus dititipkan sepenuhnya terutama handphone juga, yang saya ingat peralatan yang boleh kami bawa hanyalah dokumen kertas pendaftaran saja, alat tulis pun sudah disediakan.

B] Bagian Kedua : Verifikasi Pendaftaran. Seperti yang sudah saya katakan, kami hanya boleh membawa dokumen verifikasi kertas pendaftaran, setelah menitipkan tas, saya diarahkan ke suatu ruangan untuk verifikasi pendaftaran. Disitu tangan saya diberi stempel sebagai bukti peserta. Saat menunggu verifikasi selesai, pihak panitia juga menayangkan video tutorial menjawab soal dengan CAT-ini.

Saya ingat betul wajah tegang dari para peserta, termasuk juga saya. Tidak henti-hentinya hati saya berdetuk kencang, bahkan tidak sengaja wajah saya berpapasan dengan salah satu peserta lain yang mulutnya komat-kamit menghafalkan materi yang ia pelajari kami pun lekas mengalihkan pandangan karena suasana akward yang terjadi.

C] Bagian Ketiga : Tes. Hingga tepat pukul 8.00 wib saya dan beberapa peserta lainnya yang seruangan diarahkan menuju tempat dilaksanakannya tes berada, disitu kami bebas memilih laptop manapun yang akan digunakan. Tes pertama yang saya lakoni pun dimulai, saya dapat melewati soal-soal SKD dengan mudah dari tes SKD saya kurang lebih mendapat poin TIU 100, TKP 149, TWK 110. Saya tidak ingat pastinya, karena yang masih saya ingat saat ini adalah poin yang saya raih diatas ambang batas semua dan poinnya pun diluar ekspektasi saya yaitu diatas 100 dari ketiga tes diatas.

Saking senangnya, akhirnya saya ijin ke toilet untuk pipis dan sambil sedikit tarik nafas untuk ujian selanjutnya. Dan benar saja, ujian TPA pun dimulai ketika saya baru kembali ke tempat duduk. Soal yang saya dapatkan diluar ekspektasi, karena jenis soal-soal premis mendominasi keseluruhan soal yang saya dapat. Padahal saya sendiri waktu itu berharap soal-soal kuantitatif yang saya pelajari akan keluar, dan ternyata hanya hitungan jari soal kuantitatif yang saya dapat.

Setelah saya kalkulasi, soal-soal yang dapat saya jawab dengan yakin berjumlah sekitar 20 soal dan mayoritas adalah soal kuantitatif dan soal bergambar, karena saya takut akan kekurangan poin, akhirnya saya bergambling dengan soal-sola premis, terjawablah 35 soal dari 40 soal keseluruhan dengan 15 jawaban gambling yang saya jawab di menit-menit akhir. Dan benar saja, poin TPA yang saya peroleh hanyalah 57 sedangkan ambang batasnya 67. Serasa waktu berhenti saya tidak bisa berucap.

Saya pikir saya sudah boleh meninggalkan ruangan dikarenakan telah gagal dalam tes TPA, karena dalam surat yang diterbitkan dari pihak STAN, salah satu syarat untuk lolos dari tahap tes CAT ini adalah harus memiliki poin diatas ambang batas semuanya.

Tetapi ternyata arahan dari pengawas waktu itu bagi peserta yang telah gagal diharuskan tetap mengerjakan soal selanjutnya, saat itu karena sudah kecewa dengan hasil, saya pun hanya menjawab soal-soal tes TBI asal-asalan saja. Alhasil pupus sudah harapan saya tahun 2018 untuk bisa diterima di STAN. Mungkin memang belum rejekinya kali ye.... :D

0 Response to "Pengalaman mengikuti tes sekolah kedinasan 100% legit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel