Alarm Saja Tidak Cukup Untuk Membuat Anda Bangun Pagi

Sehatdaily.com-Semenjak menjadi mahasiswa kehidupan saya berubah total, terutama masalah jam tidur. Sangat disayangkan jam tidur saya menjadi rusak karena terlalu sering begadang hingga larut malam. Sialnya, tidak semua mata kuliah dimulai pada siang hari. Ada beberapa mata kuliah tertentu yang dimulai saat pagi hari. Hal ini membuat saya beberapa kali terlambat masuk kuliah.


Hingga suatu hari, saya mencoba untuk tidur pada jam seperti orang normal lainnya, jam 23.00 wib. Saya telah memasang alarm pukul 4 pagi, berharap bisa bangun sekaligus melaksanakan serangkaian ibadah pagi. Namun ternyata, setelah alarm tersebut bunyi saya pun tidak kunjung bangun, malahan saya mematikan alarm tersebut dan melajutkan tidur.

Siang harinya, saya bangun pada pukul 10.00 wib. Geram sekali rasanya saat itu, hampir saya menghabiskan waktu 12 jam untuk tidur. Saya merasa menyesal dan banyak membuang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna.

Dengan tekad yang kuat, saya berusaha untuk tidak mengulangi hal itu lagi, tetapi saya masih belum mengerti bagaimana caranya saya menaklukan rasa kantuk dan malas pada diri sendiri, hingga akhirnya saya mendapatkan suatu jawaban.

Niat dan Tekad Yang Kuat Adalah Kunci Bangun Pagi

Saya terkadang heran, bagaimana bisa ibu saya bangun jam 3 pagi untuk memasak saat sahur tanpa menggunakan alarm? Begitu pula saya heran, bagaimana bisa teman kos saya hanya tidur 3 jam sehari tanpa kantuk di siang harinya? Semua jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah niat dan tekad.

Saya pernah menanyakan hal tersebut kepada ibu saya, dan jawaban ibu saya persis seperti apa yang saya tuliskan diatas "Niat dan Tekad". Diluar itu, ada faktor pendukung lainnya yang membuat seseorang terasa lebih bugar di pagi hari, yaitu mandi menggunakan air dingin. Tetapi pokok permasalahannya, terkadang untuk bangun pagi saja susah, apalagi mandi di pagi hari.

So, akhirnya saya coba untuk meniatkan diri dan bertekad bangun sepagi mungkin. Yang saya lakukan pertama adalah berdoa, dan meminta agar dimudahkan untuk bangun pagi esok harinya. Saat itu saya mulai tiduran dikasur sekitar jam 12 malam kurang (Walaupun ini sebenarnya udah kemaleman).

Walau sudah ada diatas kasur bukan berarti akan langsung tidur. Saya adalah tipe orang yang sulit tidur kalau belum benar-benar ngantuk, saya sendiri akan merasa ngantuk biasanya ketika sudah jam 1 malam lebih (sungguh kebiasaan pola tidur yang buruk). Teringat perkataan ibu saya ketika sedang kesulitan tidur cobalah untuk beristighfar.

Dengan pelan, mulut saya sedikit-sedikit beristighfar, hingga tanpa sadar saya tidur dengan sendirinya. Pagi harinya, saya mengecek jam di hp, menunjukkan pukul 5 pagi. Saya ingat betul ketika sedang dalam fase ini, yang perlu saya lakukan adalah bangun dan cuci muka, dilanjutkan dengan mandi, sholat dan persiapan berangkat ke kampus.

Semua fase itu saya lakukan tanpa terkecuali, tidak lupa pula saya membeli onigiri di toko swalayan terdekat. Hingga kegiatan di kampus selesai, akhirnya saya menyadari bahwa saya telah berhasil melawan semua rasa kantuk yang selama ini begitu mengganggu hidup saya.

Yang bisa kita ambil dari pengalaman saya ini adalah ketika kita diberi kesadaran walaupun sedikit saat di pagi hari, jangan kita sia-siakan untuk mengambil air wudhu dan segera melaksanakan ibadah pagi seperti sholat subuh contohnya, atau berkegiatan sedini mungkin agar tubuh kita tidak terbiasa bangun di siang hari.

0 Response to "Alarm Saja Tidak Cukup Untuk Membuat Anda Bangun Pagi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel